• 20

    Nov

    Bebas

    Udah berapa lama ya aku ga ngerasa sebebas ini? Hehe aku sendiri ga tau, yang jelas perasaan ini hadir setelah aku yakin bahwa dia bukan pilihan terbaik di antara yang terbaik. Bukan berarti dia buruk lho ya, hanya aku aja yang terlalu menggunakan logika. Ada banyak pilihan, namun tidak semuanya tepat…karena itulah aku harus memilih. Dan memilih juga salah satu kebebasan yang aku punya, tanpa ada pressure…
  • 15

    Nov

    Jatuh Demen, (bukan jatuh cinta)

    Entah kenapa beberapa hari ini aku selalu memikirkan dia, padahal belum tentu dia memikirkan aku. Pikirianku melayang, hehehe…mungkin lagi sakau juga kali ya :)) . Dia adalah seseorang yang telah membuatku ‘jatuh demen’(bukan jatuh cinta), duniaku selalu meng-arah padanya. Ya ampun lebay-nya aku ini, gpp ya daripada ga ada yang ditulis. Semoga saja dia dalam keadaan baik-baik saja dan segera mendapatkan pasangan yang baik hatinya, amiiin :)
  • 14

    Nov

    Cukup Tuhan yang Menghakimi

    Hari ini salah satu #lovelyDay kesukaan saya, abis dinasehatin sama senior di kantor…hehe seru juga sih dikasih wejangan. “Cukup Tuhan yang Menghakimi”, inilah kalimat yang diucapkannya. Saya berharap bisa menerima ucapannya itu, belajar memahami walaupun belum sepenuhnya paham. Tadinya saya pikir bisa menulis di sini dengan gamblangnya, ternyata saya masih berat hati untuk menceritakan kembali apa yang kami bicarakan…. :)
  • 8

    Jun

    UpLoad video itu menyenangkan ^^

    Beberapa bulan belakangan ini saya sedang menyenangi upload video si youtube, ya emang sih narsis banget hehehe. Karena udah lama juga nggak posting di sini jadi kangen pengen nulis lagi… ^^ Ini video pertama kali yang saya upload di youtube, selamat menyaksikan… :) Hasby & Ria Collaboration [kml_flashembed movie="http://m.youtube.com/watch?v=AIG9DRcz2fc" width="900" height="600" wmode="transparent" /] Proses pembuatan yang sangat mendadak, jadi ya apa adanya…dan yang gangguin jadi candaan yang asyik di video ini…..salam ^^
  • 2

    Dec

    #brainShake @hasbyLuck

    Ternyata gembar-gembor twitter adalah micro blog itu benar adanya, saya tidak perlu menulis panjang lebar untuk menjelaskan apa yg saya pikirkan saat itu. Cukup dgn 140 karakter sudah mewakili 250 kata yg ada di blog saya ini, ketahuan banget ya saya males nulis blog? Hehehee ga apa-apa ya, yang penting saya masih ada niat baik untuk tetap menuliskan sejarah saya hari ini. Beberapa waktu ini saya tanpa sengaja bermain dengan hastag buatan saya sendiri, dan membuat saya termotivasi untuk terus memenuhi hastag tersebut dengan kejadian yang terjadi di sekitar saya dan yang saya alami sendiri. brainShake, ini yang menjadi hastag untuk menceritakan kebiasaan buruk saya, kebiasaan orang lain yang tidak sesuai dengan diri saya dan hal lainnya. Mengapa saya menggunakan hastag brainShake? Berawa
  • 25

    Oct

    Kenangan Masa Kecil di SD

    Waktunya mengerjakan PR dari mas Timur, okey mas ini dia Kenangan Masa Kecil di SD : - Guru Favorit: Matematika jadi menyenangkan setelah mengenal guru yang satu ini, namanya Pak Agus Salim. Guru yang satu ini begitu cerdas mengolah pertanyaan sulit dan memberikan rumus sederhana untuk menyelesaikan soal tersebut, terkadang cara cepat juga diberikan untuk menjawab soal rumit. Di saat yang lain kami diberikan challenge untuk menyelesaikan soal tanpa panduan dari beliau, siapa yang paling cepat menyelesaikan dapat hadiah,,,dan yang terlambat menyelesaikan soal langsung dapat hukuman. :mrgreen: - Guru Killer: Wow guru killer ya?, cukup sulit menjawab pertanyaan ini, apalagi jarang membuat keonaran. Bagi kebanyakan murid SD waktu itu adalah Pak Syahrani, seorang guru bahasa Indonesiaalasanny
  • 21

    Oct

    Sendal Jepit & Sepatu

    Kali ini sandal jepit jadi primadona di kepalaku, rada kapitalis sih kalau ngebicarain sandal jepit. Suka ga suka, mau ga mau, faktanya sebagian besar orang menggunakan sandal jepit sebagai alas kakinya. Mulai dari yang paling murah hingga yang bermerk dan mahal. Mau mahal ataupun murah ya tetap aja sandal jepit. :mrgreen: Perbandingan sandal jepit dan sepatu cukup sering terjadi di kehidupan sehari-hari, hal yang sederhana seperti cara berpakaian. Pake baju kaos yang harganya 200ribu, celana jeans, dan sandal jepitga bakalan diterima kalau mau masuk ke kantor DPR, cocoknya nonton konser atau mau jalan-jalan santai aja. Berbanding terbalik dengan pakaian yang rapi dan bersih dengan criteria kemeja pemberian sodara jauh, celana bahan yang dikasih tetangga (masih layak pakai), dan sepatu k
  • 21

    Oct

    Sendal Jepit dan Percintaan

    Kalau sandal putus masih bisa beli yang baru, begitupun dengan yang putus dengan kekasihnya. Mempertahankan hubungan yang kurang baik selama menjalaninya memang ga asyik, tapi terkadang ada pembelaan diri terhadap hal tersebut. Beberapa mengatakan bahwa inilah yang disebut dinamika kehidupan percintaan, putus-nyambung merupakan hal yang lumrah terjadi. Ya syukur aja itu terjadi pada saat berpacaran, lha kalau udah berumah tangga? No comment deh ya. :mrgreen: Sendal jepit kalau udah putus kemudian disambung lagi rasanya kurang nyaman dipake, ya emang sie udah banyak yang terjadi antara si pemilik sandal dengan sandal jepitnya. Okey banyak kenangan, tapi kalau udah putus mau gimana lagi? Ambil hikmahnya aja deh, kan bisa beli sandal jepit yang baru yang lebih bagus dan kuat bisa dipake amp
  • 7

    Sep

    Tulisan yang Sensitif

    Beberapa waktu ini tulisan di wall FB saya memang tidak nyaman dibaca oleh sebagian orang, karena bisa dikatakan nyampah di wall sendiri. Memang sengaja tujuan penulisan tersebut random, maksudnya agar si target tidak merasa sedang dibicarakan. Dan yang terjadi malah di luar dari dugaan, beberapa teman berpikir bahwa tujuan dari penulisan tersebut adalah dirinya, padahal bukan dia. Dari sini saya menilai dan mengintropeksi diri saya pribadi yang memang salah menempatkan tulisan tersebut, saya memang orang yang sangat sensitive. Awalnya saya berpikir hanya saya saja yang memiliki ketersinggungan tingkat tinggi, ternyata orang yang ga begitu saya kenal pun bisa merasa tersinggung. Ahmasa iya mau disamain dengan sandal jepit lagi sih??? Sandal jepit ga pernah complain dengan statusnya yang
  • 7

    Sep

    Sandal Jepit & Harga Diri

    Sendal jepit itu mirip sekali dengan harga diri, terkadang kita menafikan ituhanya memandang sebelah mata dari sepasang sandal jepit. Sandal jepit sering digunakan kemanapun tempat yang kita tuju, dari tempat yang paling rendah derajatnya hingga yang terhormat. Sandal jepit ini bisa direfleksikan dengan kehidupan sehari-hari, seperti yang suka bantuin di rumah (PRT), yang ngebantuin di kantor (OB), pemulung sampah dan lain sebagainya. Pada saat mereka hadir di tengah kehidupan kita, nilai mereka begitu rendah hamper bisa dianggap tiadapada saat mereka tidak ada, mereka menjadi begitu bernilai tapi sayang sudah terlambat untuk memberinya nilai lebih. Sama halnya dengan sandal jepit, seburuk-buruknya sandal jepit kalau pada saat pulang dari masjid sendalnya hilang kan ga asyik juga tuhmasa
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post