Sendal Jepit & Sepatu

21 Oct 2011

Kali ini sandal jepit jadi primadona di kepalaku, rada kapitalis sih kalau ngebicarain sandal jepit. Suka ga suka, mau ga mau, faktanya sebagian besar orang menggunakan sandal jepit sebagai alas kakinya. Mulai dari yang paling murah hingga yang bermerk dan mahal. Mau mahal ataupun murah ya tetap aja sandal jepit. :mrgreen:

Perbandingan sandal jepit dan sepatu cukup sering terjadi di kehidupan sehari-hari, hal yang sederhana seperti cara berpakaian. Pake baju kaos yang harganya 200ribu, celana jeans, dan sandal jepitga bakalan diterima kalau mau masuk ke kantor DPR, cocoknya nonton konser atau mau jalan-jalan santai aja. Berbanding terbalik dengan pakaian yang rapi dan bersih dengan criteria kemeja pemberian sodara jauh, celana bahan yang dikasih tetangga (masih layak pakai), dan sepatu kulit bekas dikasih temen yang kerja di kantoran (disemir dikit udah mengkilap lagi). Kemungkinan besar masih bisa diterima masuk ke dalam kantor pemerintah ataupun swasta.

Sandal jepit dan sepatu ini berbicara tentang nilai barang, bukan tentang harga barang. Ada banyak barang berharga, tetapi tidak bernilai,,,begitu pula sebaliknya. Dua hal tersebut ditentukan oleh siapa yang memakai, kapan waktunya, di mana tempatnya, dan situasi + kondisi. Fenomena yang terjadi malah seperti judul sinetron Sendal Jepit yang Tertukark Sepatu. Alangkah baiknya sandal jepit itu dijaga, jadi pada saat pulang dari masjid ga nyeker.

Nb: sandal jepit oh sandal jepit :mrgreen:


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post