• 6

    Apr

    Cerita dari Masa Lalu...(last chapter)

    Mungkin kita melihat bule adalah orang yang mampu pada saat itu, yang dari kecilnya ia dibimbing oleh orang tuanya. Tidak, itu hanya pandangan dan paradigma dari orang yang sok tahu tentang bule. Semasa kecinya bule tidak lama dibimbing oleh orang tuanya, dia sejak kelas 2 SD sudah minggat dari rumahnya karena ada masalah keluarga. Sejak bule pergi dari rumahnya secara otomatis hidup di jalanan, dan waktu sekolahnya terbuang untuk kehidupan sebagai seorang anak jalanan. Semua pekerjaan yang ada di jalanan pernah dilakoninya dari menyemir sepatu sampai menjadi penjual koran. Aku tidak akan menceritakan lebih jauh lagi mengenai bule, yang jelas bule yang sekarang kita kenal sudah menjadi orang yang sukses dengan usaha yang dimilikinya. Aku nggak tau siapa lagi orang yang mengetahui tentang
  • 2

    Apr

    Cerita dari Masa Lalu (at my boarding school part 8.2)

    Awal pertemuan aku dengan bulhe adalah beberapa hari sebelum tanggal 10 Agustus, hari di mana kPurwi ulang tahun. Dalam waktu beberapa hari itu aku lagi ada masalah di kamar, bukan aku dengan anak kamar tetapi anak kamar dengan 130. Karena aku yang tidak terbiasa melewati kamar 224 akhirnya aku jadi terbiasa untuk melewatiya karena ada masalah itu tadi, melihat aku yang bolak-balik bulhe mengambil kesempatan untuk mengajakku berbicara. Awalnya aku gugup berbicara dengannya, tapi karena aku melihat kebaikan yang diberikannya gugup itu hilang. Dia memulai pembicaraan dengan menanyakan apakah aku sudah mempersiapkan kado buat kPurwi, karena aku nggak tau dan memang nggak ada duit untuk itu aku menjawab tidak. Dia menawarkan bantuan, dan aku menerimanya. Bantuan berupa karya tangan yang indah
  • 29

    Mar

    Cerita dari Masa Lalu (at my boarding school part 8.1)

    Arti Sebuah Pertemuan ( Semester VII & VIII ) Arti sebuah pertemuan, kita tidak pernah menyadari betapa berartinya pertemuan dengan seseorang yang kita sayang dan cintai karena pertemuan itu kita anggap hal yang biasa saja. Tapi kita akan menyadarinya setelah merasakan yang namanya perpisahan, karena berpisah itu tidak dapat memastikan apakah kita dapat bertemu dengan seseorang itu lagi di kemudian hari. . . banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi dan terutama adalah hal yang paling tidak kita inginkan yaitu kematian. Semester ini bagiku biasa saja walaupun kamar atlit sudah kembali normal dengan di satukan di blok altit yaitu blok D lantai 2 & 3 asrama Al-Madani. Inilah kali ke-empat aku sekamar dengan Said Abdurrahman dan aku sekamar dengan alit lainnya yang berasal dari daera
  • 25

    Mar

    Cerita dari Masa Lalu (at my boarding school part 7.2)

    Dan tibalah waktu untuk tour keliling pulau Jawa, di saat anak OR mempersiapkan keberangkatannya dan santri kelas tiga untuk perpulangan santri. Aku hanya menjadi orang yang terdaftar dalam Rihlah al-Ilmiah dan tidak terdaftar dalam perpulangan santri, di mana aku tidak diperkenankan untuk mengikuti tour dan aku tidak bisa pulang karena namaku tidak ada dalam daftar nama santri yang memiliki tiket pesawat untuk pulang ke daerahku. Hal inilah yang membuatku tidak dapat bernapas walau banyak oksigen tersedia di alam yang bebas ini, di dalam keramaian aku selalu merasakan yang namanya kesendirian. Aku bingung harus melakukan apa setelah aku tidak diikutkan dalam tour dan juga ditinggal pergi oleh rombongan perpulangan santri asal Kaltim nasibku memang sudah seharusnya begini, aku sedang diuj
  • 24

    Mar

    Cerita dari Masa Lalu (at my boarding school part 7.1)

    Bencana Kejujuran ( Semester VI ) Kejujuran adalah satu hal yang harus dijunjung tinggi keberadaannya, karena untuk melakukan suatu kejujuran dibutuhkan keberanian untuk mengungkapkannya. Meski sulit namun hasil dari kejujuran tidak dapat kita duga nantinya, karena ganjaran yang diberikan oleh-Nya kepada seseorang yang berlaku jujur tidak terlihat secara kasat mata. Kita bisa merasakan sesuatu yang berbeda ketika kita berkata jujur mengenai hal yang kita tutup-tutupi, tapi merasakan hal buruk juga pasti akan kita dapati jika sebelumnya kita pernah melakukan kebohongan. Inilah yang kualami ketika aku berada di semester ke-VI, di mana aku berada jauh dari orang yang membuatku kesal dan jauh dari orang yang bisa melindungiku. Aku mulai menjajaki kehidupanku dalam mencari jati diriku. Aku aka
  • 23

    Mar

    Cerita dari Masa Lalu (at my boarding school part 6)

    Sangat Pahit ( Semester V ) Aku nggak pengen lama-lama bercerita di semester ini, karena aku berada di kamar 225 Al-Fajr sekamar dengan anak-anak yang rata-rata nggak kusuka. Hanya beberapa di antaranya yang kusuka. Ini kali ketiga aku sekamar dengan Said, dan aku tidak pernah akrab dengannya sejak pertama kali aku sekamar dengannya. Aku tidak mengerti dan nggak tau mengapa dia sangat berusaha untuk tidak bertukar pikiran denganku. Mungkin saja karena nama bapaknya itu sama denganku, karena setiap dia berbicara denganku selalu saja dia diejek oleh teman-temannya. Aku sih nggak pernah peduli dengan yang demikian. Pendek kata di semester ini aku jauh dari orang-orang yang melindungiku, jelas sudah aku sangat rapuh aku belum menemukan jati diriku yang sebenarnya. Karena aku di kamar tidak m
  • 17

    Mar

    Cerita dari Masa Lalu (at my boarding school part 5.2)

    Setelah aku bertanya dan meminta pendapat dari berbagai pihak termasuk di dalamnya Irma akupun belajar untuk memberanikan diri bukan untuk mendapatkan kemenangan atas taruhan, tetapi memenangkan hati seorang Puri Dwi Andini. Dan atas dukungan dari seluruh pihak untuk menyatakan perasaan di hadapan Puri, aku pun melakukannya. Aku tidak ingat tanggal berapa hari itu, yang jelas itu hari Rabu / Arbia. itulah hari yang membuatku sangat malu dan bahagia serta perasaan campur aduk hasil dari sensasi ungkapan rasa suka kepada seorang perempuan. Yakinlah tidak ada cinta yang sejati di dunia ini, kecuali cinta kita kepada Sang Maha Pencipta kita Allah SWT. Dan cinta sejati bukanlah ungkapan kata-kata, tapi perlakuan kita terhadap orang yang kita sayang. Tidak ada keberanian yang lebih berani diban
  • 13

    Mar

    Cerita dari Masa Lalu (at my boarding school part 5)

    Pengalaman Pertama ( Semester IV ) Hmm, , , seharusnya judul ini ditulis pada semester I, tapi sudahlah udah terlanjur,,, untuk memulai cerita pada semester ini aku mengalami kesulitan, karena pada semester ini aku mengalami berbagai macam perasaan yang tak menentu. . . . atau pada masa semester itu aku sedang mengalami masa-masa yang disebut dengan masa puber Aku mulai sedikit bingung untuk memulai kisah hidupku yang ini, , , tentunya kisah ini mulai mengejutkanku sejak aku menginjakkan kaki di semester VI ini. Tiba di pesantren dengan perasaan yang sedih karena aku memang nggak pernah mau berpisah dengan orang tuaku, ya tau sendirilah kalau waktu itu aku belum dewasa. Di awal semester ini aku dikejutkan dengan tanggung jawab besar atas pilihanku, mengapa demikian??? Karena aku dan anak
  • 9

    Mar

    Cerita dari Masa Lalu (at my boarding school part 4.2)

    Setiap aku pergi kemanapun di pelosok pesantren itu aku selalu menundukkan mukaku jika berpapasan dengan perempuan atau biasa disebut dengan santri nisa. Walaupun aku pergi bersama dengan anak kamarku yang super gaul, tetap saja aku merasa minder. . . perasaan ini nggak bisa hilang sampai aku bertemu dan belajar pengalaman hidup dari bule. Ya begitulah cerita tentang cinta monyetku sampai waktu perpulangan tiba. Aku akan lanjutkan cerita dengan anak kamarku yang punya kebiasaan untuk tidak disiplin tehadap setiap peraturan yang ada di pesantren. Aku jadi terpengaruh dengan apa yang mereka lakukan, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Paling lama aku melakukannya sebanyak tiga hari seperti tidak pergi ke masjid untuk shalat shubuh dan ashar, dan kejadian ini menurutku adalah kejadian pali
  • 5

    Mar

    Cerita dari masa lalu(at my boarding school part 4.1)

    Cinta Monyet ( Semester III ) Mengapa diberi judul dengan cinta monyet??? Simak alur ceritanya ya. Di semester ke-tiga ini aku merasa bukan diriku yang dulu lagi, aku berada di tempat dan lingkungan berbeda dari yang sebelumnya walau masih ada beberapa sahabat karib yang masih menemaniku. Seperti Fuad teman sekelasku, di semester ini kamar kami berada dalam blok yang sama yaitu blok D. Semester tiga ini naik kelas menjadi kelas II-DA-05 dengan wali kelas Ust.Darno, dan berada di kamar 322 Al-Madani dengan wali kamar Ust.Wisnu( ustadz yang pengertian ). Di kamar inilah pertama kalinya aku sekamar dengan Said Abdurrahman yang sekarang adalah pacarnya mba Indah hehehehehe.. Aku sekamar dengan anak-anak dari olahraga lainnya seperti basket, sepak bola, dan bulutangkis. Awalnya aku nggak nge
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post